Rengkuhan tanganku dihempas dengan kasar
Tak mampu tangan lemahku bertahan lama
Semua berlari cepat
Menyibak warna indah
Menghadirkan hitam jelaga
Merah darahpun semburkan lara
Luka…
Dan, terkulai lemas dalam hening.

Ponorogo, 17 Juni 2020


Selimut Beku

Hangat perlahan memudar
Pelukan dingin tak mampu lepas
Pelan…. Namun pasti beku menyelimuti

Pendar cahaya mungkinkah menyeruakkan bingkai
Ingin..
Mau…
Berharap…
Selalu…
Tak boleh diam….


Samudra Kekasihku

Kabut tipis malam masih menyelimuti pagi
Tapi tak mampu tuk menghalangi indah dan cantikmu
Semriwing harum lembutmu menyapa tatkala ku cium dirimu
Asaku terbawa ….. jauh dan tinggi

Ingin ku rengkuh dalam dekap hangatku
Tapi hentakan demi hentakan meluluhlantakkan rasaku

Tak ingin ku luruh..
Luas Samudra Kasihku kan slalu menunggumu
(Di ujung doa panjang tak bertepi}

Sidoarjo, 150420


Perempuan itu Hebat

Tak ada yang boleh mengatakan
Bahwa perempuan itu lemah
Kalaulah ada
Berarti orang itu harus diberi pelajaran
Bahwa perempuan itu punya kekuatan
Yang laki-laki pun blm tentu memilikinya

Tak ada yang boleh mengatakan
Bahwa perempuan itu lemot
Kalaulah ada
Berarti orang itu harus diberi pelajaran
Bahwa perempuan itu punya kecepatan berfikir dan bergerak
Yang laki-lakipun belum tentu mampu melakukannya.

Tak ada yang boleh mengatakan
Bahwa perempuan itu goblok
Kalaulah ada
Berarti orang itu harus diberi pelajaran
Bahwa perempuan bisa menjadi akuntan, koki, dokter, perawat pengurus, rmh tangga dan lain-lain dalam waktu yang sama
Yang laki-laki manapun belum tentu mampu menandinginya

Jadi masih adakah yang mengingkari?
Bahwa menjadi perempuan adalah takdir yang begitu hebat.


Menuju Terang NYA

Kalau lah kemarin ada kain hitam yang menutupi kita
Yakinlah nak, itu dapat kita sibak bersama,
Akan kita lihat, ada cahaya indah di baliknya akan menyambut kita
Jika kita ikhlas berupaya

Kalaulah kemarin, hujan angin riuh bergemuruh,
Nyaris meluluh lantakkan kita.
Yakinlah nak, semua bisa kembali bersih
Jika kita ikhlas berupaya

Kalaulah jalan di depan kita sangat mendaki
Begitu lelah tertatih-tatih kita menapaki setapak demi setapak
Lelah, capai, lapar….
Semua bercampur menghancurkan rasa
Tapi yakinlah nak, kita akan berhasil mencapai puncak
Jika kita ikhlas berupaya

Di sini anakku…
Ada sebongkah hati yang selalu berdoa untuk mu.
Berusaha ikhlas dan yakin… hadapi semua
Bahwa Allah selalu bersama kita, seperti janjiNya.
“Laa yukalifullaahu Nafsan ila Wus’ahaa.”
Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.
“Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir”


Yulia Djajadi adalah penyair yang kini tinggal di Dusun Keputran, Desa Kemantren Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.