Aku pelaut yang tak paham akan jalan pulang
Maka tuntunlah aku hingga ke dermaga

Sebab kau adalah laut; yang diam dan ganas
Serta menghanyutkan

Ada simpul yang merekah dan terjalin kuat di senyummu
Dan kulihat, senja sedang jatuh di ufuk mata

Akulah layar terkembang; ingin menjelajah
Janganlah terengah, sebab esok masih entah

(2017)


Selepas Kopimu

1/
Denting sendok yang beradu
Dalam gelas-gelas kopimu
Semakin lama, semakin terasa sendu

2/
Lalu kau tambah pemanis secukupnya
Dan beberapa mili air panas
Biarkan ia menjadi satu

3/
Kemarilah, jadikan kopi itu teman saat kita bercengkrama
Di beranda rumah, selepas kerja
Setelah hujan mengguyur beberapa kepala

4/
Uapnya mengepul
Bersama kretek kita yang menjerit
Meronta-ronta saat digamit

5/
Obrolanpun tumpah satu per satu
Bersama kopi-kopimu yang terasa laknat
Lantas kita sebut itu hebat

6/
Dadamu berdegup, dadaku juga
Setelah obrolan itu
Dan selepas kopi-kopimu

(Natal 2013)


Tentang Irisan Roti

Aku larut dalam kesunyian pagi
Beserta secangkir kopi dan beberapa irisan roti yang
uapnya seperti abu, aku ciumi seutuhnya
Pada roti itu, pada cangkir-cangkir kopi yang hitam
Lalu aku bangga dan aku sangat lupa
bahwa aku masih didunia, bukan disurga

(2015)


Peristiwa Pagi

Kecupan uap yang mengepul
Mengalir melesak menuju hidungmu
Merambati tubuhmu
Tetapi kau tahu, itu bukanlah nadi
Pada segelas yang kau nikmati
Sebagai pertanda awali hari

(2015)


Kopimu

Berkali-kali aku berlabuh
Lalu kutenun biji kopi itu
Seperti hangatnya yang menyambung
Setiap teguk yang leleh di kerongkonganmu
Lalu menetes hingga ke pori-porimu
Hitam pekat yang kuanggap lancar
Mungkin bisa menjadi ajal

(Natal, 2013)


Hikayat Sebuah Kota

Setiap hari, aku selalu berulang-alik
melintasi dua kepala yang berbeda: kepalaku dan kepalamu
Aku kerap singgah di keduanya lalu kudirikan kota di sana
Agar tidak sepi, maka sengaja ku undang
beberapa dari mereka yang telah dulu menjadi penghuninya

(2018)

Karya : Vivid Habib

Vivid Habib, domisili di sidoarjo. Buku kumpulan cerpennya, Perempuan yang Menjadi Hujan (Ellunar Publisher, 2015).